Pengikut

Sabtu, 24 Maret 2012

Tafsir Q.S Ar-Rum: 25


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Ayat dan terjemah
ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»tƒ#uä br& tPqà)s? âä!$yJ¡¡9$# ÞÚöF{$#ur ¾Ín̍øBr'Î/ 4 §NèO #sŒÎ) öNä.$tãyŠ ZouqôãyŠ z`ÏiB ÇÚöF{$# !#sŒÎ) óOçFRr& tbqã_ãøƒrB ÇËÎÈ  

25. dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya. kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).

B.    Arti kata ayat
ô ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»tƒ#uä br& tPqà)s? âä!$yJ¡¡9$# ÞÚöF{$#ur  : ¾Ín̍øBr'Î/4  بارادته من غيره عمد
 §NèO #sŒÎ) öNä.$tãyŠ ZouqôãyŠ z`ÏiB ÇÚöF{$# ! : #sŒÎ)  بان ينفق اسرا اقيل في الصور للبعث من القبور
 óOçFRr& tbqã_ãøƒrB : منها احياء فخروجكم منها بدعوة من ايا ته تعالى[1]


C.    Tafsir
Dalam terjemah singkat tafsir Ibnu katsir memaparkan bahwasannya pada Surat ar-Ruum ayat 25, Allah berfirman, bahwa di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan perintah dan kehendakNya, kemudian apabila dia memanggil kamu sekali panggilan dari Bumi, seketika itu juga kamu keluar dari kubur dan hidup kembali untuk berkumpul di padang Mahsyar.[2]


D.    Isi Kandungan Ayat
a.      Berdirinya langit dan bumi dalam bentuk teratur, lurus, dan tertata gerakan-gerakannya, tak terjadi kecuali dengan peraturan dari Allah. Tidak ada satu makhluk pun yang dapat mengklaim bahwa dia atau lainnya yang membuat hal itu. Tak ada seorang berakal pun yang dapat berkata bahwa semua ini terjadi tanpa pengaturan. Dengan demikian, ia adalah satu-satunya ayat Allah bahwa langit dan bumi ini berdiri sesuai dengan perintah-Nya, memenuhi perintah-Nya ini, dan taat kepada-Nya, tanpa penyimpangan juga tanpa kekacauan.
b.      Kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur). “ar-Rum : 25.”
Orang yang melihat pengaturan ini dalam sistem semesta, dan kekuasaan ini atas aturan-aturan-Nya, tak meragukan jika manusia yang lemah akan memenuhi perintah yang keluar dari Sang Khalik Yang Mahakuasa dan Mahaagung agar mereka keluar dari kubur.
Kemudian datang dentangan terakhir sebagai penutup penjelasan ini. Di situ dijelaskan bahwa semua makhluk yang terdapat di langit dan di bumi, tunduk dan taat kepada Allah.[3]
E.    Munasabah (hubungan ayat dengan ayat yang lain atau hadist lain)
ô`ÏBur ÿ¾ÏmÏG»tƒ#uä br& tPqà)s? âä!$yJ¡¡9$# ÞÚöF{$#ur ¾Ín̍øBr'Î/ 4
dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah berdirinya langit dan bumi dengan iradat-Nya.
Dari penjelasan ayat di atas, di sebutkan pula pada Q.S As-Syuura:33 dan  Q.S As-Sajdah ayat 4 yang berbunyi:
·        bÎ) ù't±o Ç`Å3ó¡ç yxƒÌh9$# z`ù=n=ôàuŠsù yÏ.#uru 4n=tã ÿ¾Ín̍ôgsß 4 ¨bÎ) Îû y7Ï9ºsŒ ;M»tƒUy Èe@ä3Ïj9 9$¬6|¹ Aqä3x© ÇÌÌÈ  
Artinya: jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, Maka jadilah kapal-kapal itu terhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaanNya) bagi Setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur,


·        ª!$#  Ï%©!$# t,n=y{ ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚöF{$#ur  ÇÍÈ………  
Artinya: Allah lah yang menciptakan langit dan bumi
Di sebutkan pula dalam kitab bulughul maram yang hadistnya yaitu:
َعَنِ اَلْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ رضي الله عنه قَالَ: ( اِنْكَسَفَتِ اَلشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ, فَقَالَ اَلنَّاسُ: اِنْكَسَفَتِ اَلشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيمَ, فَقَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم "إِنَّ اَلشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اَللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ, فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا, فَادْعُوا اَللَّهَ وَصَلُّوا, حَتَّى تَنْكَشِفَ" )  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ. وَفِي رِوَايَةٍ لِلْبُخَارِيِّ: ( حَتَّى تَنْجَلِىَ )
Dari Al-Mughirah Ibnu Syu'bah Radliyallaahu 'anhu berkata: Pada zaman Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah terjadi gerhana matahari yaitu pada hari wafatnya Ibrahim. Lalu orang-orang berseru: Terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim. Maka Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian dan kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya berdo'alah kepada Allah dan sholatlah sampai kembali seperti semula." Muttafaq Alaihi. Menurut riwayat Bukhari disebutkan: "Sampai terang kembali."
Yang senada dengan dengan hadist di bawah ini:
اَيَةُ الْبر, وَقَل الْحَمْدُ لله الَذى لَمْ يَتَخذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَريْكٌ فى الْمُلْك وَلَمْ
 يَكُنْ لَهُ وَليٌ منَ الذُل وَكَبرْهُ تَكْبيْرًا. رواه امام احمد
Artinya : Ayat (qur’an) berkenaan dengan kekuasaan tuhan ialah : Ucapkanlah segenap puji untuk Allah, tiada mengambil (mempunyai pembantu penolong) yang disebabkan karena kelemahanNya. Besarkanlah dia dengan sesungguhnya. (H.R. ImamAhmad).
كَانَ اللهُ وَلَمْ يَكُنْ شَئٌ غَيْرَهُ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى اْلمَاء وَكَتَبَ فى الذكْر كُلَ شَئ وَخَلَقَ السَمَوَات وَالْاَرْض. رواه البخارى
Artinya : Allah telah ada sedang sesuatu selainNya belum ada singgasanaNya diatas air dan dituliskanNya segala sesuatu dalam kitab dan diciptakanNya langit dan bumi. (H.R. Bukhori).[4]

Ayat berikutnya yaitu:
 §NèO #sŒÎ) öNä.$tãyŠ ZouqôãyŠ z`ÏiB ÇÚöF{$# !#sŒÎ) óOçFRr& tbqã_ãøƒrB ÇËÎÈ  

Artinya:kemudian apabila Dia memanggil kamu sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kamu keluar (dari kubur).


Senada dengan Firman Allah pada Q.S yaasin ayat 51, dan Q.S al-haaqqah ayat 13 yang berbunyi :
·        yÏÿçRur Îû ÍqÁ9$# #sŒÎ*sù Nèd z`ÏiB Ï^#y÷`F{$# 4n<Î) öNÎgÎn/u šcqè=Å¡Ytƒ ÇÎÊÈ  
Artinya : dan ditiuplah sangkalala, Maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.



·        #sŒÎ*sù yÏÿçR Îû ÍqÁ9$# ×pyøÿtR ×oyÏnºur ÇÊÌÈ  
Artinya: Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup[1507]

[1507] Maksudnya: ialah tiupan yang pertama yang pada waktu itu alam semesta menjadi hancur.

F.     Asbabun Nuzul

G.   Pokok Pembahasan
1.     PENCIPTAAN WAKTU DI MUKA BUMI
Dalam abad modern sekarang ini (manusia telah mengetahui dan memahami, bahwa bumi diciptakan Allah berbentuk bulat seperti sebuah bola yang sangat besar. Bumi seperti itu bukan satu-satunya planet atau benda langit di jagat raya yang luas. Para ilmuan selama berabad-abad telah dan terus berusaha untuk mengetahui rahasia langit dan planet-planet yang diciptakan Allah SWT itu ). Dari usaha itu dilakukanlah penelitian bahwa semua planet itu disusun secara tertib, yang bergerak pada garis edarnya masing-masing, dengan mengedari matahari sebagai sentral.
Firman Allah ar-Raad 2
اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لأجَلٍ مُسَمًّى يُدَبِّرُ الأمْرَ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ
Artinya :
Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.
Firman Allah al-Maidah 17
وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا يخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
           
Artinya :
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Benda-benda langit khususnya matahari dan bulan semuanya tunduk kepada Allah, jadi pada dasarnya berarti terikat pada pengaturan atau hukum Allah yang patuh dan taat memuja penciptanya.`
Firman Allah al-Hadid 1
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Artinya :
Semua yang berada di langit dan yang berada di bumi bertasbih kepada Allah (menyatakan kebesaran Allah). Dan Dialah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Masih banyak firman-firman Allah yang senada, sebagai bukti kemahabesaran dan kemahakuasaanAllah dalam kemaha Esaanya karena tidak satu pun yang ada di langit dan di bumi yang sama denganNYA.
SUNNATULLAH TERJADINYA BUMI DAN LANGIT
Firman Allah ah-Hijr 85
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلا بِالْحَقِّ وَإِنَّ السَّاعَةَ لآتِيَةٌ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ  
Artinya :
Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.
            Firman ini merupakan informasi untuk menyakinkan bahwa adanya bumi dan langit serta segala sesuatu di antaranya karena Allah dengan adanya tujuan.
Firman Allah ar-Rum 8
أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنْفُسِهِمْ مَا خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُسَمًّى وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ لَكَافِرُونَ
Artinya :
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?, Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya.
Tujuan yang benar itu satu persatu akan terlihat, seperti berlangsung tertibnya masing-masing benda langit, misalnya matahari dan bulan diciptakan bersinar agar dapat menyinari dan menerangi bumi atau apa tujuan bumi diciptakan berputar pada porosnya dll. Karena dalam iradatnya Allah bumi dan langit diciptakan dengan maksud dan tujuan yang mengandung hikmah. [5]




























[1] Imam jalaluddin al-Mahalliy, Imam jaluddin as-Suyuthi,Tafsir Jalalain, (Surabaya : al-Hidayah, 19??), 335.
[2] H. Salim Baheisy, H. Said Bahreisy, Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsier : jilid 6,( Surabaya: PT. Bina Ilmu, 1990), 233.
[3] Sayyid Quthb, Tafsir fi zhilalil Qur’an, (Jakarta: Gema Insani, 2004), 140-141.
[4] Fachruddin H.S dan Irfan S.H, Pilihan Sabda Rasul : hadisa pilihan,( Jakarta : PT Bumi Perkasa, 2001), 333.
[5] H.Hadari Nawawi,Demi masa di bumi dan di sisiAllah SWT,( Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 1995), 13-19.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar